Atasi Insomnia Dengan Bio Tanamu

Insomnia adalah suatu gangguan tidur dimana seseorang merasa sulit untuk memulai tidur, mempertahankan waktu tidur, maupun kuantitas tidur yang tidak sesuai. Selain itu gangguan tidur yang terjadi berhubungan dengan kualitas tidur seperti tidur yang tidak efektif (Hidayah & Alif, 2016).

Hal ini sering disebut sebagai gangguan penyesuaian tidur karena paling sering terjadi dalam konteks situasional stres akut, seperti pekerjaan baru atau menjelang ujian. Insomnia ini biasanya hilang ketika stressor hilang atau individu telah beradaptasi dengan stressor. Namun, insomnia sementara sering berulang ketika tegangan baru atau serupa muncul.

Di Indonesia angka insomnia mencapai 20 hingga 50% terjadi pada orang dewasa dan sekitar 17% mengalami gangguan tidur yang serius tiap tahunya. Sedangkan pada usia 40 tahun keatas , insomnia meningkat dengan cepat dan terjadi pada wanita (Raden, dkk., 2016).

Menurut (Yekti Susilo dan Ari Wulandari, 2011) insomnia disebabkan oleh beberapa faktor seperti:
a. Faktor Psikologi
Stress berkepanjangan akan menyebabkan insomnia kronis. Keinginan yang tidak terlaksana dan kegagalan merupakan pemicu dari insomnia trasient.
b. Problem psikiatri
Depresi merupakan salah satu dari problem psikiatri, pola hidup yang tidak baik dapat menyebabkan depresi.
c. Sakit fisik
Saat sakit fisik, seseorang mengalami gangguan proses metabolisme dan kinerja didalam tubuh tidak berjalan secara normal.
d. Faktor lingkungan
Lingkungan bising seperti daerah rel kereta api, lintasan pesawat terbang, pabrik pabrik dapat memicu terjadinya insomnia.
e. Gaya hidup
Hal-hal yang dapat memicu insomnia yaitu mengkonsumsi alkohol, kopi, rokok, obat penurun berat badan.
f. Tidur siang yang berlebihan
Tidur siang yang terlalu lama akan menyebabkan kesulitan tidur pada saat malam hari.

Menurut (Hidayat, 2012), insomnia dibagi menjadi 3 macam, yaitu:
1. Insomnia inisial : Kesulitan untuk memulai tidur.
2. Insomnia intermiten : Merupakan ketidakmampuan untuk tetap mempertahankan tidur sebab sering terbangun.
3. Insomnia terminal : Bangun lebih awal tetapi sulit untuk tertidur kembali

Banyak orang beranggapan insomnia bukanlah masalah serius yang harus di atasi. Padahal insomnia berkepanjangan akan menyebabkan masalah seperti kematian, depresi mempengaruhi kesehatan kulit dan menurunkan konsentrasi, dapat menimbulkan masalah kejiwaan, rendahnya konsentrasi, menurunya sistem kekebalan tubuh, meningkatnya resiko penyakit dan mempengaruhi kehidupan sosial bagi penderita. Sedangkan dampak ekonomi dari insomnia yaitu hilangnya produktivitas dan biaya pengobatan dengan pelayanan kesehatan.

Insomnia dapat diatasi dengan terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologi. Terapi farmakologi yaitu dengan mengkonsumsi obat tidur atau hipnotika, zat- zat yang dalam dosis terapi diperuntukan untuk meningkatkan tidur. Akan tetapi penggunaan obat-obatan akan memiliki efek samping diantaranya sakit kepala, sulit berkonsentrasi, nyeri otot, pusing, linglung, dan sembelit (Marhamah, 2016).

Terapi non farmakologi dapat dilakukan dengan mengatur jadwal tidur yang konsisten termasuk waktu tidur, dapat pula dengan terapi psikologis untuk mengatasi gangguan jiwa atau stress berat, menggunakan terapi relaksasi dan otot progresif, terapi musik, dan aromaterapi.

Aromatherapi adalah terapi komplementer dengan menggunakan minyak esensial dari bau harum tumbuhan dalam mengurangi masalah kesehatan dan memperbaiki kualitas hidup. Salah satu cara mengatasi insomnia yaitu dapat menggunakan terapi komplementer dengan aromaterapi.

Efek dari aromaterapi yaitu menenangkan dan merilekskan untuk beberapa gangguan misalnya mengurangi kecemasan, ketegangan dan insomnia (Sharma, 2011). Aromaterapi dapat juga didefinisikan sebagi penggunaan terkendali essensial tanaman untuk tujuan terapeutik (Andria, 2014).

Aromaterapi didasarkan pada teori bahwa inhalasi atau penyerapan minyak essensial memicu perubahan dalam sistem limbik, bagian dari otak yang berhubungan dengan memori dan emosi. Hal ini dapat merangsang respon fisiologis saraf, endokrin atau sistem kekebalan tubuh, yang mempengaruhi denyut jantung, tekanan darah, pernafasan, akstifitas gelombang otak dan pelepasan hormon diseluruh tubuh (Sharma, 2011).

Efeknya pada otak menjadikan tenang atau merangsang sistem saraf, serta mungkin membantu dalam menormalkan sekresi hormon. Menghirup minyak essensial dapat meredakan gejala pernafasan, sedangkan aplikasi lokal minyak yang diencerkan dapat membantu untuk kondisi tertentu. Pijat dikombinasikan dengan minyak essensial memberikan relaksasi, serta bantuan dari rasa nyeri, kekuatan otot dan kejang. Beberapa minyak essensial yang diterapkan pada kulit dapat menjadi anti mikroba, antiseptik, anti jamur, atau anti inflamasi.

Bio Tanamu dari D’Holistic Care dapat dijadikan sebagai minyak essensial yang ditambahkan pada humidifier. Bio tanamu memiliki aroma khas dari rempah-rempah dan tidak mengandung tambahan parfum sehingga dapat melegakan pernapasan dan memberikan efek relaksasi. Sebagai Healing Essensial Oil.

Biotanamu memiliki kandungan dari rempah-rempah yang dapat mengatasi insomnia. Berikut adalah bahan-bahan tersebut beserta manfaatnya :

1. JAHE

Tanaman jahe dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi untuk mengatasi masalah insomnia. Dalam jahe mengandung minyak essensial atau minyak atsiri sebanyak 1-3 %.

Komponen minyak astiri jahe yang memberikan bau harum yaitu zingiberen dan zingiberol dimana kandungan tersebut memiliki efek relaksasi (menenangkan) sehingga akan menstimulus fungsi sirkuit otak yaitu pada hipotalamus yang berfungsi mengatur rasa takut, cemas dan emosi.

Kualitas menghangatkan minyak jahe berfungsi menginduksi tidur dan merangsang perasaan lepas serta rileks. Dalam pengobatan ayurvedic, minyak atsiri jahe mampu mengobati masalah emosional seperti rasa takut dan kurangnya rasa percaya diri atau motivasi.

Minyak atsiri jahe merupakan salah satu solusi untuk gangguan pencernaan seperti diare, kejang dan sakit perut. Minyak atsiri jahe juga efektif sebagai obat alami mual dan untuk mengobati muntah dengan cara dihirup. Minyak atsiri jahe juga mampu mengurangi rasa sakit segera setelah operasi.

2. GAHARU 

Gaharu (Aquilaria malaccensis) sejak lama telah digunakan masyarakat Kabupaten Bangka Tengah untuk menangkal keletihan akibat gangguan tidur ringan. Gaharu (agarwood), suatu produk berbentuk kayu dengan resin beraroma wangi yang dipakai sebagai campuran parfum dan setanggi.

Tumbuhan Gaharu telah dimanfaatkan pula oleh masyarakat untuk menyegarkan tubuh serta menambah semangat kerja.

3. KENCUR 

Gambar kencur (sumber : halodoc.com)

Kencur (Kaempferia galanga L.) merupakan jenis tanaman yang termasuk suku tumbuhan Zingeberaceae dan digolongkan sebagai salah satu jenis temu-temuan yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur memiliki aroma dan cita rasa unik.

Kencur mengandung minyak esensial dan senyawa yang memiliki sifat antioksidan, antiradang, antibakteri, dan antinyeri. Akar/rimpang dan daun kencur diketahui mempunyai kandungan zat anti depresan yang bisa memberikan efek sedatif atau menenangkan pada sistem saraf pusat. Aroma dari kencur tersebut dipercaya bisa memberikan ketenangan, mengurangi stress, gejala depresi dan gelisah.

Bahan-bahan tersebut telah dikenal bisa membantu mengatasi gangguan atau kesulitan tidur yang dialami oleh seseorang. Dalam Bio Tanamu tidak hanya mengandung 1 minyak essensial dari rempah yang memiliki kandungan untuk mengatasi masalah insomnia tetapi langsung dari 3 rempah-rempah sekaligus yaitu dari Jahe, Gaharu dan Kencur. Sungguh produk yang luar biasa sekali.!


Daftar Pustaka :

  • Andria, Agusta. 2014. Aromaterapi Cara Sehat dengan Wewangian Alami. Jakarta: Penerba Swadaya.
  • Hidayah, Nur & Alif. 2016. Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Terjadinya Insomnia Pada Wanita Perimenopouse di Dusun Ngeblak Desa Kendungrukem Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Jurnal Ilmiah Kesehatan, Vol 9 No. 1
  • Hidayat. 2012. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika
  • Marhamah, Syarif. 2016. Pengaruh Terapi dengan Air Hangat Terhadap Kualitas Tidur Lansia di Dusun Cambahan Gamping Kabupaten Sleman Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Aisyah
  • Raden, Sakya. 2016. Perbedaan Tingkat Insomnia Pada Wanita Pramenopouse dan Menopouse di Perumahan Jetis Permai Gentan Baki Sukoharjo. Universitas Muhamadiyah Surakarta.
  • Sharma, Summet. 2011. Aromaterapi. Tangerang: Karisma Publising Group
  • Yekti Susilo Ari Wulandari. 2011. Cara Jitu Mengatasi Insomnia. Yogyakarta: C.V Andi Offset

Penulis:

Rahma Rismayanti R
Product Manager D’Holistic Care

2 Comments

  1. mahbubnajad

    Dipakai di difuser young living bisa ya?

    1. Rahma Rismayanti R

      Iya kak, Bisa ditambahkan ke berbagai merk difuser sebagai minyak essential

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *