Kasus Covid-19 Meningkat! Yuk Jaga Daya Tahan Tubuh Dengan Bio Tanamu !

Pada musim hujan seperti sekarang ini virus dan bakteri mudah berkembang biak dan menjadi penyebab berbagai penyakit seperti flu, batuk dan pilek. Bahkan seringkali sanak keluarga kita saling menularkan virus tersebut. Eiittss..!! Jangan anggap sepele loh penyakit tersebut. Apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini. Faktor cuaca dan tatanan hidup baru (new normal) dapat beresiko pada penyebaran Covid-19. Penyakit flu, batuk dan pilek terjadi karena menurunnya imunitas tubuh, hal tersebut menjadikan kita harus lebih waspada dan selalu berikhtiar untuk menjaga daya tahan tubuh dan lebih memperhatikan masalah kesehetan. Dengan mengenal apa itu flu, batuk dan pilek dapat membantu dalam memelihara kesehatan tubuh supaya imun tetap terjaga dan terhindar dari penularan Covid-19.

Covid-19 menjadi masalah kesehatan dunia.WHO resmi menyatakannya sebagai suatu pandemi pada 11 Maret 2020. Secara global sampai dengan 6 Desember 2020, WHO mencatat kasus terkonfirmasi mencapai 65.870.030 kasus dengan 1.523.585 kematian. Gejala penyakit ini dapat muncul dalam 2-14 hari setelah terpapar virus tersebut . Penularan Covid-19 diperkirakan sama dengan kejadian MERS dan SARS sebelumnya yaitu penularan manusia ke manusia terjadi melalui droplet dan kontak dengan benda yang terkontaminasi. 

Ketakutan yang dialami masyarakat ialah karena influenza atau common cold merupakan salah satu gejala klinis Covid-19, meskipun tidak semua influenza dan common cold mengarah ke Covid-19. Umumnya gejala Covid-19 sama dengan flu biasa, akan tetapi gejala Covid-19 biasanya disertai juga dengan sesak napas, dan penurunan indra penciuman dan indra perasa. Pada Covid-19, influenza ataupun batuk pilek, usaha yang direkomendasikan dalam mencegah penyebaran infeksi ini ialah dengan menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun secara teratur, memasak daging dan telur hingga matang, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.

Lantas apa perbedaan flu, batuk dan pilek ??

  • Flu (Influenza)
Gambar Virus Influenza

Flu (Influenza) merupakan penyakit yang disebabkan infeksi virus influenza A, B, C, di saluran pernapasan dan tergolong ke dalam penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kasus flu akibat virus tipe C terjadi lebih jarang dibanding A dan B. Influenza A dan B termasuk dalam vaksin influenza musiman, sehingga mudah menular dan bisa menyerang semua golongan umur. Saat terinfeksi batuk, tetesan yang terinfeksi masuk ke udara dan orang lain mampu tertular. Mekanisme ini dikenal air borne transmission. Virus juga dapat menyebar oleh tangan yang terinfeksi virus. Untuk mencegah penularan, orang dapat memakai masker, menutup mulut dan hidung menggunakan tisu ketika batuk, dan rajin mencuci tangan secara teratur. Gejala umum  timbul secara mendadak, seperti demam (suhu tubuh 38 – 40), nyeri otot (terutama pinggang dan punggung), sakit kepala, lesu, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, mata gatal dan berair. Gejala lain dapat berupa mual, muntah dan diare, umumnya terjadi pada anak-anak.

Adapun masuk angin yang populer di masyarakat , identik menggambarkan masalah tidak enak badan seperti pegal,perut kembung,demam, menggigil dan hilang nafsu makan. Masuk angin bukan istilah medis dan bukan penyakit, melainkan sekumpulan gejala dari beberapa kondisi medis tertentu. Keluhan masuk angin biasanya muncul karena menurunnya daya tahan tubuh, dan tanda dari beberapa penyakit seperti flu, batuk pilek, gangguan pencernaan, demam berdarah, malaria, ataupun  penyakit jantung.

  • Batuk dan Pilek (Common Cold)

Meskipun memiliki gejala yang sekilas tampak sama dengan flu, batuk pilek memiliki gejala yang muncul bertahap. Seperti dimulai dengan sakit tenggorokan, kemudian setelah beberapa hari disertai gejala-gejala lain yaitu bersin, hidung tersumbat dan batuk. Batuk pilek umumnya membaik dalam waktu 1 minggu. Batuk filek disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pernapasan atas. Ada banyak jenis virus yang menjadi penyebab batuk pilek, salah satunya ialah rhinovirus.

Indonesia menempati urutan tinggi penyebab kematian ISPA pada kelompok bayi dan balita (Najmah, 2016). Di Indonesia, kejadian ISPA tertinggi berada pada Provinsi Nusa Tenggara Timur (41,7%), Papua (31,1%), Aceh (30,0%), Nusa Tenggara Barat (28,3%), dan Jawa Timur (28,3%). Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah masih tergolong rendah dibandingkan dengan provinsi lain, yaitu sebanyak 15,7% . Sedangkan penyakit common cold pada balita di Indonesia diperkirakan sebesar 3-6 kali per tahun, hal ini berarti seorang balita rata–rata mendapat serangan batuk pilek sebanyak 3 sampai 6 kali setahun.

Selain dengan mengikuti protocol kesehatan sesuai anjuran dari WHO maupun pemerintah, tentunya kita berikhtiar lebih lagi guna menjaga kesehatan diri sendiri juga keluarga yang kita sayangi. Kini hadir produk dari D’Holistic Care yang merawat dan memberikan solusi terhadap masalah-masalah kesehatan keluarga.

Obat di pasaran, hanya menghilangkan gejala influenza. Belum lagi efek samping yang ditimbulkan dapat memperparah kondisi tubuh. Bagi penderita penyakit tertentu, seperti hipertensi, diabetes, hipertiroid dan kelainan jantung memiliki resiko yang lebih besar dalam efek samping penggunaan obat kimia. Adapun bahan-bahan alami yang dapat menjadi obat untuk flu, batuk dan pilek seperti :

  1. Jahe

Jahe dengan nama latin Zingiber Officinale Rhizoma mengandung gingerol dan zingerone untuk menghambat agar virus tidak mencapai sel-sel tubuh. Berdasarkan penelitian, efek antivirus jahe efektif untuk mengatasi paparan virus avian influenza, RSV, dan feline calicivirus (FCV), dan norovirus manusia. Ekstrak jahe dapat memberikan efek rasa panas pada perut, dapat menghangatkan badan, dapat digunakan mengurangi kembung dan kejang usus karena dapat merangsang gerak peristaltik usus

2. Kencur

Tanaman yang memiliki nama latin Kaempferiae Galanga Rhizoma ini juga digunakan sebagai obat tradisional. Biasanya jenis rimpang tersebut diolah menjadi jamu herbal kandungan minyak atsiri dan senyawa alkaloid yang berkhasiat obat. Kandungan senyawa itu di antaranya berupa unsur mineral 13,73 persen, zat tepung atau pati 4,14 persen, dan minyak atsiri sekitar 0,02 persen.

3. Ginseng

Gingseng termasuk dalam akar tanaman dalam keluarga Panax dan mengandung antioksidan serta komponen aktif lainnya untuk membantu fungsi kerja tubuh.

Untuk mendapat hasil terbaik menggunakan obat herbal, perlu dilakukan pengolahan dengan memperhatikan kualitas dan usia tanam rempah-rempah. D’Holistic Care mengemas produk base botanical sebagai solusi dalam menjaga daya tahan tubuh dan meredakan gejala influenza.

Pastinya Biotanamu Healing Essential Oil mengandung rempah-rempah yang telah disebutkan diatas sehingga dapat menangani flu, batuk dan pilek.

Cara-cara penggunaan Bio Tanamu :

  1. Dibalurkan

Dengan dibalurkan maka Bio Tanamu akan memberikan rasa hangat pada tubuh dan mengobati secara perlahan mulai dari luar tubuh hingga kedalam. Bio Tanamu dibuat dengan cara destilasi sehingga ketika dibalurkan akan cepat meresap, hal ini disebabkan oleh tidak adanya zat pengotor yang menghambat, maka zat aktif dapat mudah meresap dan manfaatnya dirasakan langsung tanpa harus menunggu lama.

2. Diminum

Dengan meminum Bio Tanamu (1 sendok teh) tenggorokan yang sakit karena batuk ataupun pilek dapat menjadi lega tanpa rasa panas ataupun pait.

3. Dihirup

Aroma khas Bio Tanamu yang asli dari rempah-rempah dan tidak memakai pewangi tambahan dapat melegakan pernapasan anda dengan dihirup baik dioleskan dulu ke tangan atau dipakai menggunakan humidifier. Aroma yang dihasilkan dapat menjadi terapi karena efek relaksasi yang dimiliki Bio Tanamu dapat mengatasi sulit tidur karena pilek.


Daftar Pustaka :

  • Kementrian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID19). Jakarta Selatan: Kementrian Kesehatan RI.

  • Maftuchah, dkk. (2020). The Effectiveness of Tea Tree Oil and Eucalyptus Oil Aromaterapy for Toddlers with Common Cold. Jurnal Kebidanan. 10(2),131-137

  • Moudy,Jessica, dkk.(2020). Pengetahuan terkait Usaha Pencegahan Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia. Higeia Journal Of Public Health Research And Development. 4(3), 333-346

  • Najmah. (2016). Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: Trans Info Media.

  • Walker, Roger, dan Cate Whittlesea (Ed). 2012. Clinical Pharmacy and Therapeutics 5th. London:Elsevier

  • WHO Corona Virus Disease (COVID-19) Dashboard.(2020). https://covid19.who.int/ . Diakses tanggal 6 Desember 2020 pukul 22.00 WIB


Penulis :

Rahma Rismayanti R
Product Manager D’Holistic Care

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *