Rahasia Pada Bio Tanamu Sebagai Antibakteri dan Antifungi

Masalah kesehatan yang seringkali dialami oleh kebanyakan orang adalah gatal-gatal pada kulit yang disebabkan oleh bakteri maupun fungi. Fungi atau jamur mikroskopis termasuk kelompok mikroba yang dapat menyebabkan penyakit. Gatal-gatal bisa menyebabkan rasa tidak nyaman seperti bengkak, kemerahan, sensasi terbakar atau bahkan menimbulkan luka yang membekas karena digaruk. Selain itu, infeksi kulit dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri pengidapnya sehingga penyakit kulit yang terjadi akibat infeksi perlu dilakukan penanganan yang serius.

Indonesia yang merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman flora hayati yang dapat diamanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Pemanfaatan tumbuhan untuk pengobatan telah menjadi tradisi turun temurun ditengah masyarakat meskipun dunia pengobatan modern telah berkembang tren penggunaan obat dari bahan alam terus ada bahkan cenderung meningkat. Lembaga kesehatan dunia WHO menyebutkan bahwa 80% penduduk dunia cenderung menggunakan produk herbal.

Salah satu tumbuhan yang dapat menjadi solusi untuk mengobati gatal-gatal adalah Tumbuhan Nyamplung atau Tamanu (Chalophyllum inophyllum). Hampir seluruh bagian dari Calophyllum inophyllum dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Baik daun, akar, kulit batang, buah, biji, minyak dari biji serta getahnya. Berbagai penelitian telah mengungkap keragaman kandungan senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan ini.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Heyne (1987) menyebutkan bahwa minyak pada biji Nyamplung dapat digunakan untuk mengobati sakit kulit. Survey yang dilakukan oleh (Setyomati, dkk., 2005) kebanyakan masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah terbiasa menggunakan getah batang Nyamplung (Chalohyllum inophyllum) ketika mereka terserang koreng atau gatal bahkan pada masyarakat China, tumbuhan ini biasa digunakan untuk pengobatan sakit mata, rematik, peradangan, dan luka (Kainuma, dkk., 2016).

Dari hasil penelitian Cowan (1999) melaporkan Efek antibakteri minyak nyamplung diperkirakan berasal dari kandungan flavonoid, alkaloid, dan saponin. Flavonoid berfungsi sebagai antibakteri dengan cara membentuk senyawa kompleks terhadap protein ekstraseluler yang mengganggu integritas membran sel bakteri. Alkaloid juga memiliki kemampuan antibakteri, dengan cara mengganggu komponen penyusun peptidoglikan pada sel bakteri. Saponin merupakan salah satu kandungan dalam minyak nyamplung yang memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur. Penelitian (Soetan dkk., 2006) menunjukkan bahwa saponin memiliki aktivitas farmakologi terhadap S. aureus dan Candida albicans dan didukung oleh (Zablotowic, dkk., 1996) menyatakan saponin menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroba dengan cara berinteraksi dengan membran sterol. Efek utama saponin terhadap bakteri adalah adanya pelepasan protein dan enzim dari dalam sel bakteri.

Selain itu senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan tumbuhan ini berperan sebagai anti bakteri. Menurut (Ragasa, dkk., 2015) senyawa triterpen 1 yang diekstrak dari C.inophyllum menunjukkan kemampuan melawan bakteri Staphylococcus aureus, Corynebacterium diptheriae, Salmonella typhi, Klebsiella pneumonia, dan Proteus mirabilis. Aktifitas antibakteri dari ekstrak asetonid biji C.inophyllum. Minyak biji mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli, Salmonella typhi, dan Pseudomonas aeruginosa serta mampu mematikan bakteri Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Kemudian berdasarkan penelitian (Mishra, dkk., 2010) melaporkan bahwa ekstrak metanol dari kulit batang Calophyllum inophyllum memiliki kemampuan antibakteri yang signifikan dalam melawan Pseudomonas.

Data Survei Sosial Ekonomi Nasional pada 2017 menunjukkan terjadi peningkatan minat dalam penggunaan obat tradisional di Indonesia. Sebanyak 32% orang Indonesia masih menerapkan pengobatan tradisional untuk mengobati penyakit. Kemudian, ± 22,3 persen orang Indonesia memilih pengobatan dengan tumbuh-tumbuhan atau herbal maka dari itu saat ini D’Holistic Care (DHC) sebagai perusahaan yang produk-produknya berbasis botanical dan green solution memiliki solusi mengenai isu permasahan tersebut.

Bio Tanamu Healing Essetial Oil merupakan produk untuk solusi masalah keluarga. Setiap anggota keluarga seperti Ayah, ibu dan anak pasti pernah mengalami gatal-gatal, D’Holistic Care hadir sebagai solusi untuk perawatan keluarga dari segala permasalahan kesehatan. Bio Tanamu mengandung lebih dari 100 rempah-rempah sinergi yang diekstrak dengan cara destilasi sehingga zat aktif yang didapat sangatlah murni.

Salah satu nya yaitu ekstrak Chalophyllum inophyllum sebanyak 9 gram, jumlah tersebut tergolong sangat melimpah sehingga zat aktif dari Chalophyllum inophyllum yang terkandung dalam Bio Tanamu efektif dapat meredakan bahkan menyembuhkan gatal dengan cara dibalurkan kebagian kulit yang terkena gatal dan kulit pun terhindar dari luka akibat garukan tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman seperti panas dan licin karena Bio Tanamu cepat meresap kedalam kulit.


Daftar Pustaka :

  • Emilda. (2019). Tumbuhan Nyamplung (Chalohyllum inophyllum Linn) dan Bioaktifitasnya. Jurnal SIMBIOSA, 8 (2), 136-147.
  • Properties, A., & Oil, L. S. (2013). Karakteristik Fisikokimia dan Antibakteri Hasil Purifikasi Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L). Jurnal AgriTECH, 33(3), 311–319.
  • Novianti, M., Aini, Q., Putri, I. ., & Kusumaningsih, T. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Dari Senyawa Hasil Ekstraksi Daun Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn). ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, 11(2), 200–210.

Penulis:

Rahma Rismayanti R
Product Manager D’Holistic Care

2 Comments

  1. Lili Yuliawati

    Alhamdulillah, ternyata bio tanamu memang luar biasa

    1. Rahma Rismayanti R

      masyaAllah banyak manfaatnya ya kak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *