Solusi Cerdas Atasi Sakit Maag Dengan Biotanamu

Ketika sakit maag tiba-tiba menyerang, aktifitas akan terganggu karena rasa nyeri yang ditimbulkan. Banyak hal menjadi pemicu gejala maag salah satunya karena tingkat kesibukan tinggi yang menyita banyak waktu, baik itu waktu istirahat maupun waktu makan. Hal tersebut menyebabkan pola makan yang tidak teratur. Selain itu gaya hidup pun menjadi penyebab lain timbulnya sakit maag, seperti mengonsumsi makanan pedas dan asam, iritan oleh alkohol dan obat, merokok serta mengalami stress.

Selain itu pola makan yang tidak teratur menyebabkan lambung menjadi sensitif bila asam lambung meningkat, produksi HCl (asam lambung) akan berlebih. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan perdarahan pada lambung.

Sakit maag atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai gastritis merupakan kondisi dimana lambung mengalami infkesi akibat dari adanya iritasi yang disebabkan peningkatan produksi asam lambungPenyebab rasa nyeri dan perih adalah karena berkurangnya daya tahan selaput lendir dinding lambung yang dalam keadaan normal sangat tahan terhadap asam klorida. Gejala yang umum terjadi pada penderita maag adalah rasa tidak nyaman pada perut, perut kembung, sakit kepala, mual, muntah, rasa tak nyaman di epigastrium, perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas, hilang selera makan, bersendawa dan kembung, dapat pula disertai dengan demam.

World Health Organization (WHO) mengadakan tinjauan penelitian kesehahatan di dunia, insiden gastritis sekitar 1,8-2,1 juta dari jumlah penduduk setiap tahun. Insiden terjadinya gastritis di Asia Tenggara sekitar 583.635 dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Banyak yang meremehkan penyakit ini, namun gastritis merupakan awal dari sebuah penyakit yang dapat menyusahkan kita. Angka kejadian gastritis di Indonesia mencapai 40,8%. Angka kejadian gastritis pada beberapa daerah di Indonesia cukup tinggi dengan prevalensi 274,396 kasus dari 238,452,952 jiwa penduduk.

Gastritis atau maag umumnya banyak dijumpai di masyarakat, oleh sebab itu banyak obat maag yang dijual secara bebas di pasaran. Namun, penggunaan obat kimia tentu memiliki efek samping pada beberapa kondisi tertentu. Sehingga banyak penelitian yang menganalisis efektifitas penggunaan bahan herbal sebagai alternatif meminimalisir efek samping yang ditimbulkan dalam mengobati berbagai penyakit.

WHO menyebutkan bahwa hingga 65% dari penduduk negara maju menggunakan pengobatan tradisional dan obat-obat dari bahan alami. Sebanyak 49,5% atau setengah penduduk Indonesia masih menggunakan pengobatan tradisional berupa jamu-jamuan dan sekitar 4,5% mengkonsumsinya setiap hari serta sisanya hanya mengkonsumsinya sesekali. Beberapa bahan alami untuk mengobati maag diantaranya :

1. Kunyit

Kunyit digunakan sebagai obat herbal atau tradisional sudah sejak dahulu karena sangat berpengaruh dalam proses penyembuhan penyakit terutama penyakit maag. Kunyit mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri. Kurkuminoid bermanfaat untuk mencegah timbulnya infeksi berbagai penyakit. Kurkuminod terdiri atas : kurkumin, demestoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin.

 

Zat tersebut berfungsi untuk melapisi dinding didalam lambung akibat luka dan tidak hanya menurunkan kadar asam lambung ekstrak kunyit ini dapat juga mencegah kenaikan asam lambung karena kunyit mempunyai efek anti reseptor H2 yang digunakan untuk mencegah ulkus lambung akibat pelepasan histamin.

2. Jahe

Jahe merah, jahe putih besar dan jahe putih kecil terdiri dari minyak atsiri, oleoresin dan pati dan arginine. Jahe (Zingiber Officinale) memiliki efek sebagai antiinflamasi, antipiretik, gastroprotektif, kardiotonik, hepatotoksik, antioksidan, anti kanker, antiangiogenesis dan anti arterosklerotik.

 

Flavonoid yang terkandung dalam jahe dapat meningkatkan prostaglandin yang merupakan faktor defensif dari lambung. Minyak atsiri jahe dapat melindungi lambung dengan cara menurunkan asam lambung dan mencegah iritasi pada mukosa lambung. Jahe dapat melindungi mukosa lambung dengan cara meningkatkan sekresi mukus dan jahe memiliki efek perlindungan yang lebih tinggi dari ranitidin terhadap agen iritasi.

3. Kencur

Kencur atau Kaempferia Galanga memiliki kandungan zat sitotoksik dan antibakteri yang cukup banyak. Sifat antibakteri ini dapat menghambat dan menghentikan bakteri jahat yang ada di dalam pencernaan, termasuk Helicobacter pylori (H. pylori). Bakteri ini merupakan salah satu faktor penyebab sakit maag. Pasalnya, bakteri ini bertahan hidup dengan cara menggali dinding saluran pencernaan. Akibatnya, bisa mincul peradangan yang sulit untuk diatasi dan menyebabkan berbagai macam masalah pencernaan seperti sakit maag, tukak lambung, dan diare.

Kandungan vitamin B yang terdapat pada beras kencur juga mampu melapisi dinding lambung dan mengatasi terkikisnya dinding lambung yang disebabkan oleh asam. Terlebih lagi, jika dikonsumsi pada jangka panjang, minuman tradisional seperti beras kencur tidak memiliki efek samping seperti obat-obatan kimia.

Dilansir dari Alodokter.com ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan guna mengurangi/menghindari penyakit maag  kambuh kembali:

1.Makanlah dengan teratur, bila perlu tingkatkan frekuensi makan Anda menjad 5-6 kali sehari dengan porsi kecil atau siapkan cemilan di sela-sela jam makan.

  1. Sebisanya hindari makanan yang dapat memicu asam lambung naik, seperti cokelat, bawang bombay, saus tomat, makanan yang digoreng, bawang putih, makanan cepat saji, dan makanan yang kaya lemak.
  2. Hindari minuman yang dapat memicu asam lambung seperti kafein, soda, dan minuman beralkohol
  3. Hindari merokok
  4. Berolahraga agar menjaga berat badan tetap ideal
  5. Hindari berbaring setelah selesai makan
  6. Konsumsi Biotanamu Healing Essential Oil

Dalam Biotanamu bahan-bahan alami yang dipercaya dapat mengobati maag seperti kunyit, jahe dan kencur  diambil ekstraknya dengan didestilasi kemudian dikemas dengan memperhatikan standar proses serta kualitas terbaik dari rempah-rempah yang terdapat dalam  Bio Tanamu Healing essential Oil. 



Bio Tanamu sebagai Healing Essenial Oil dapat dijadikan sebagai solusi cerdas dalam mengobati sakit maag yang manfaatnya bisa Anda rasakan langsung karena nutrisinya cepat diserap oleh tubuh.

Bio Tanamu Diproduksi dari 100 jenis rempah-rempah, 11 atsiri, plus mineral Germanium. Bio Tanamu Healing Essenial Oil 100% nature dan aman bagi tubuh dan tidak ada efek samping. Melalui penelitian selama 1,5 tahun oleh ahli dan pakar Botanical Oil, diproses dari bahan rempah berkualitas tinggi dengan usia tanam rempah yang sempurna. Menghasilkan produk yang tinggi zat fitokimia atau fitonutrient maksimal yang berperan aktif dalam pencegahan berbagai penyakit.

 

Cara Pemakaian :

Untuk mengatasi sakit maag, cukup dengan beberapa tetes – 1 sendok teh Bio Tanamu langsung diminumkan sehingga dapat bereaksi dengan enzim didalam mulut atau dicampurkan dengan air hangat.

 

 

Bio Tanamu Family Care Healing Essential Oil Solusi Cerdas Atasi Sakit Maag


Daftar Pustaka :

Chantharangsikul G,Kitpati W, Soonthornchareonnon N.( 2016). Mucus Secretion Stimulation : A Mechanism In Gastroprotective Effect Of Zingiber Officinale. TJPS.40:1-8.

 

Hirlan. (2010). Dalam Ilmu Penyakit Dalam Ed. Ke-3. Sjaifoellah Noer (editor).. Jakarta : EGC.

 

Silalahi, Mirna, dkk. (2019). 127 Kencur (Kaempferia Galanga) Dan Bioaktivitasnya. Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains. 8(1):127-142.

 

Chofizah., N. H.(2016). Study Kinetika Reaksi : Ekstrak Kunyit Kuning Dalam Penyembuhan Penyakit Maag. Jurnal Kimia.


Penulis:

Rahma Rismayanti R
Product Manager D’Holistic Care

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *