Tidak Perlu Lagi Obat Merah Untuk Atasi Luka, Pakai Bio Tanamu Saja !

Semua orang bahkan seluruh anggota keluarga kita pasti pernah mengalami luka. Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh (Sjamsuhidat, 2010). Keadaan ini disebabkan oleh berbagai macam kecelakaan entah itu oleh benda tajam, terjatuh, teriris, terbakar tergores, ataupun karna gigitan hewan.

 

Ketika mengalami luka pasti akan menimbulkan rasa sakit, namun berat-ringannya berbeda-beda, tergantung kepada lokasi, jenis, dan keparahan luka tersebut. Luka tidak dapat dibiarkan sembuh sendiri karena jika luka tidak dirawat dapat menyebabkan komplikasi penyembuhan luka yaitu dapat tejadi infeksi dan perdarahan. Tujuan merawat luka tidak lain yaitu untuk mencegah trauma (injury) pada kulit, membran mukosa atau jaringan lain yang di-sebabkan oleh adanya trauma, fraktur, luka operasi yang dapat merusak permukaan kulit maka perlu dilakukan penanganan yang tepat agar sehingga luka tidak menjadi lebih parah (Sjamsuhidat, 2010).

 

 

Terdapat banyak sekali cara untuk megobati luka tetapi kita tentu saja akan lebih memilih cara yang paling aman dan ampuh, seperti mengoleskan obat pada luka dengan obat tradisional maupun kimia. Masyarakat Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan. Indonesia sendiri memiliki jenis tanaman obat yang banyak ragamnya bahkan hingga mencapai lebih dari 1000 jenis tapi tahukah anda bahwa terdapat sebuah tanaman yang sering kita jumpai ternyata memiliki khasiat untuk mengobati luka ? Ya! Itu adalah daun sirih (Piper betle).

Daun sirih sudah dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu untuk pengobatan tradisional sebagai obat untuk pengobatan luka, obat kumur, penyegar mulut, anti bakteri, anti jamur, antioksidan, dan mengurangi pembentukan plak gigi. Sirih sendiri merupakan flora khas Kepulauan Riau dimana masyarakat disana sangat menjunjung tinggi budaya upacara makan sirih khususnya saat upacara penyambutan tamu dan sudah terbiasa menggunakan sirih sebagai obat berbagai jenis penyakit.

 

Seperti halnya dengan antibiotika, daun sirih juga mempunyai daya antiseptik. Kemampuan tersebut karena adanya berbagai zat yang terkandung di dalamnya. Saponin dan tannin bersifat sebagai antiseptik pada luka permukaan, bekerja sebagai bakteriostatik yang biasanya digunakan untuk infeksi pada kulit, mukosa dan melawan infeksi pada luka (Hermawan 2007).

 

Zat aktif yang terkandung dalam daun sirih (Piper betle) berperan dalam percepatan proses penyembuhan luka ini. Daun sirih mengandung vitamin C, dimana vitamin ini dapat meningkatkan stimulasi pembentukan kolagen oleh sel fibroblast (Pradhan, 2013).

 

Dari penelitian tersebut didapatkan hasil bahwa derivat vitamin C, yaitu magnesium ascorbyl phosphate mampu meningkatkan proliferasi sel dan menstimulasi sintesis kolagen, karena proliferasi kolagen adalah hal yang penting dalam proses perbaikan jaringan (Zulaechah, 2010) Daun sirih juga mengandung hidroxychavicol suatu senyawa antiinflamasi yang berperan dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Daun sirih juga memiliki daya antihistamin karena karena kandungan minyak atsiri (essential oil) (Hajare, 2011)

 

Daun sirih (Piper betle) memiliki kandungan senyawa saponin yang berfungsi sebagai antioksidan, antifungal, antimikroba. Aktivitas antioksidan dibuktikan dengan kemampuan membentuk hydroperoxide intermediates yang mencegah kerusakan bio-molekular oleh radikal bebas (prabu, 2012). Daun sirih juga mampu meningkatkan jumlah kolagen yang merupakan jaringan penghubung dermo-epidermal atau dermo-epidermal junction pada kultur keratinosit manusia (Bonte, 2003).

 

Begitu banyak zat aktif pada daun sirih yang dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai obat penyembuhan luka. Seringnya kecelakaan yang menyebabkan luka membuat orang berbondong-bondong untuk mengembangkan produk yang bermanfaat guna sebagai sarana penyembuhan.

 

 

Bio Tanamu Healing Essential Oil dari D’Holistic Care merupakan minyak essential yang mengandung ekstrak daun sirih, selain itu mengandung rempah-rempah lain yang dapat menjadi anti bakteri, anti mikroba, anti inflamasi maupun antifungi maka dari itu Bio tanamu dapat anda jadikan pengganti obat merah dirumah. Bio Tanamu hadir membawa sejuta manfaat, selain menjadi obat merah zat aktif yang terkandung dalam Bio Tanamu dapat merangsang produksi kolagen sehingga luka akan cepat sembuh.

Adapun tips untuk penanganan luka yang bisa anda lakukan dirumah :

 

  1. Jika terjadi pendarahan pada goresan dan luka ringan biasanya akan berhenti sendiri. Jika tidak, beri tekanan lembut pada luka dengan kain yang bersih. Posisikan luka menghadap ke atas.
  2. Bilas luka dengan air bersih dan mengalir, Sekitar luka boleh dibersihkan dengan sabun, tapi tidak pada lukanya, untuk menghindari iritasi.
  3. Jika masih ada kotoran atau benda yang tertancap pada luka setelah dibersihkan, gunakan pinset steril (yang telah dibersihkan dengan alkohol) untuk mencabutnya. Jika masih ada yang tertancap, pergilah ke dokter agar dapat dilakukan pembersihan luka secara menyeluruh, guna mengurangi risiko infeksi dan tetanus.
  4. Tidak perlu menggunakan cairan hidrogen peroksida, obat merah, atau larutan antiseptik yang mengandung iodine, karena dapat menimbulkan iritasi pada luka.
  5. Oleskan Bio Tanamu untuk mencegah infeksi, membantu mengeringkan dan menyembuhkan luka
  6. Perban luka untuk menjaganya tetap bersih dan terhindar dari debu atau bakteri. Jika luka atau goresannya kecil dapat diberi plester atau tidak perlu diperban agar luka tidak lembab dan lebih cepat mengering.
  7. Konsumsi Royal Gamat Liquid untuk mempercepat penyembuhan luka, Royal Gamat Liquid mengandung kolagen yang memiliki kemampuan memulihkan metabolisme tubuh dan meregenerasi sel dengan cepat. Untuk mengetahui keunggulan kolagen pada Royal Gamat Liquid yuk intip tulisan berikut (https://dholisticcare.com/memenuhi-kebutuhan-kolagen-dengan-royal-gamat-liquid/)

Daftar Pustaka :

  • Hajare R. Darvhekar VM, Shewale A, Patil V. (2011). Evaluation of Antihistaminic Activity of Piper betle leaf in Guinea Pig. Afr J Pharm Pharacol.5(2): 113-117.

  • Prabu MS, Muthumani M, Shagirta K. (2012). Protective Effect of Piper betle Leaf Extract Against Cadmium-Induced Oxidative Stress and Hepatic dysfunction in Rats. Saudi J Biol Sci. 10. 1-11.

  • Pradhan D, Suri KA, Pradhan DK, Biswasroy P. (2013). Golden Heart of the Nature: Piper betle L. J Pharmacogn Phytochem.1(6).147-167.

  • Sjamsuhidat, de jong. (2010). Buku Ajar Ilmu Bedah (Edisi 3). Jakarta: ECG

  • Zulaechah. (2010). Perbedaan Kecepatan Penyembuhan Luka Sayat Antara Penggunaan Lendir Bekicot (Achatina fulica) Dengan Povidone Iodine 10% Dalam Perawatan Luka Sayat Pada Mencit (Mus musculus). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta: Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

  • Hermawan A. (2007). Pengaruh Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Dengan Metode Difusi Disk. Skripsi. Universitas Airlangga : Fakultas Kedokteran Hewan.


Penulis:

Rahma Rismayanti R
Product Manager D’Holistic Care

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *